Oknum Polisi Palak dan Hajar Buruh Pabrik
Sidoarjo - Seorang oknum polisi anggota Polres Gresik menjalani pemeriksaan di Polres Sidoarjo. Pasalnya, oknum polisi berpangkat Briptu berinisial BG diduga melakukan penganiayan seorang buruh pabrik, Teguh Biantoro warga Mojokerto.
"Memang ada kejadian terkait kasus penganiayaan. Tapi saya tidak berani memberikan data detailnya dan coba konfirmasi ke Wakapolres dan Kapolres saja. Karena itu bukan kewenangan saya," kata Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Andi Sinjaya saat dikonfirmasi wartawan di ruangannya, Rabu (29/2/2012).
Kasus penganiayaan ini pihak Polres Sidoarjo terkesan menutupi dan enggan memberikan keterangan. Bahkan, setiap wartawan akan konfirmasi, sejumlah perwira juga mempimpong.
"Saya gak berani berkomenter banyak, coba koordinas hubunngi Kapolres Sidoarjo. Karena, yang berwenang adalah beliau (Kapolres Sidoarjo, red). Apalagi, apakah melibatkan anggota atau tidak," kata Kompol Fadly Widiayanto Wakapolres Sidoarjo saat dihubungi detiksurabaya.com.
Namun, informasi dihimpun detiksurabaya.com rabu (29/02) bahwa memang ada kejadian penganiayaan seorang oknum yang melibatkan anggota Polres Gresik.
"Memang kejadiannya itu cukup lama pada selasa lalu yakni 21 Februari kemarin. Dan kejadiannya itu di Dusun Kajar Tengguli Kecamatan Prambon, Sidoarjo," kata Teguh kepada wartawan di Polres Sidoarjo.
Pria berusia 26 tahun tersebut menambahkan, saat itu dirinya yang baru pulang kerja sekitar pukul 01.00 WIB dini hari bersama 3 temannya dari pabrik dan pulang ke rumahnya. Namun, di tengah perjalanan, tiba-tiba dihadang oleh beberapa orang yang tidak dikenalnya.
"Saat melaju bersama 3 teman saya, ada beberapa orang menghadang dan tidak saya kenal. Kemudian, minta sejumlah uang kepada saya, tapi tidak saya berikan," ucapnya.
Korban pun tidak memberikan sejumlah uang kepada orang yang menghadangnya. Ternyata, Teguh bukannya ditolong oleh warga sekitar, justru jadi amukan warga sekitar.
"Saya tetap bertahan tidak memberikan uangnya. Tapi orang yang menghadang saya meneriki saya maling, akhirnya banyak warga yang berhamburan datang dan menghajar saya hingga babak belur," terangnya.
Akibat amuk massa, Teguh mengalami luka cukup serius dan sempat menjalani perawatan. "Saya mengalami luka pada wajah, hidung retak, tubuh juga bengkak dan salah satu tulang rusuk juga retak," tambahnya.
Untung saja, kata Teguh, ada anggota polisi yang menggunakan mobil patroli melintas langsung mengamankan dirinya dari amukan massa yang terus menghajar.
"Kalau tidak ada polisi saya sudah mati mungkin. Setelah itu saya membuat laporan ke Polsek Prambon. Dan sekarang hanya pemeriksaan lanjutan saja," tandasnya.
Sementara informasi di kepolisian membenarkan jika ada seorang oknum polisi dari Gresik diamankan lantaran diduga telah melakukan penganiayaan dan menodong juga hendak merampas barang.
"Kasusnya sudah ditangani Propam Polda Jatim. Dan coba konfirmasi juga sekalian ke Kapolres Gresik sekalian. Saya tidak berani berkomentar banyak," pungkasnya.
(fat/fat)
"Memang ada kejadian terkait kasus penganiayaan. Tapi saya tidak berani memberikan data detailnya dan coba konfirmasi ke Wakapolres dan Kapolres saja. Karena itu bukan kewenangan saya," kata Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Andi Sinjaya saat dikonfirmasi wartawan di ruangannya, Rabu (29/2/2012).
Kasus penganiayaan ini pihak Polres Sidoarjo terkesan menutupi dan enggan memberikan keterangan. Bahkan, setiap wartawan akan konfirmasi, sejumlah perwira juga mempimpong.
"Saya gak berani berkomenter banyak, coba koordinas hubunngi Kapolres Sidoarjo. Karena, yang berwenang adalah beliau (Kapolres Sidoarjo, red). Apalagi, apakah melibatkan anggota atau tidak," kata Kompol Fadly Widiayanto Wakapolres Sidoarjo saat dihubungi detiksurabaya.com.
Namun, informasi dihimpun detiksurabaya.com rabu (29/02) bahwa memang ada kejadian penganiayaan seorang oknum yang melibatkan anggota Polres Gresik.
"Memang kejadiannya itu cukup lama pada selasa lalu yakni 21 Februari kemarin. Dan kejadiannya itu di Dusun Kajar Tengguli Kecamatan Prambon, Sidoarjo," kata Teguh kepada wartawan di Polres Sidoarjo.
Pria berusia 26 tahun tersebut menambahkan, saat itu dirinya yang baru pulang kerja sekitar pukul 01.00 WIB dini hari bersama 3 temannya dari pabrik dan pulang ke rumahnya. Namun, di tengah perjalanan, tiba-tiba dihadang oleh beberapa orang yang tidak dikenalnya.
"Saat melaju bersama 3 teman saya, ada beberapa orang menghadang dan tidak saya kenal. Kemudian, minta sejumlah uang kepada saya, tapi tidak saya berikan," ucapnya.
Korban pun tidak memberikan sejumlah uang kepada orang yang menghadangnya. Ternyata, Teguh bukannya ditolong oleh warga sekitar, justru jadi amukan warga sekitar.
"Saya tetap bertahan tidak memberikan uangnya. Tapi orang yang menghadang saya meneriki saya maling, akhirnya banyak warga yang berhamburan datang dan menghajar saya hingga babak belur," terangnya.
Akibat amuk massa, Teguh mengalami luka cukup serius dan sempat menjalani perawatan. "Saya mengalami luka pada wajah, hidung retak, tubuh juga bengkak dan salah satu tulang rusuk juga retak," tambahnya.
Untung saja, kata Teguh, ada anggota polisi yang menggunakan mobil patroli melintas langsung mengamankan dirinya dari amukan massa yang terus menghajar.
"Kalau tidak ada polisi saya sudah mati mungkin. Setelah itu saya membuat laporan ke Polsek Prambon. Dan sekarang hanya pemeriksaan lanjutan saja," tandasnya.
Sementara informasi di kepolisian membenarkan jika ada seorang oknum polisi dari Gresik diamankan lantaran diduga telah melakukan penganiayaan dan menodong juga hendak merampas barang.
"Kasusnya sudah ditangani Propam Polda Jatim. Dan coba konfirmasi juga sekalian ke Kapolres Gresik sekalian. Saya tidak berani berkomentar banyak," pungkasnya.
(fat/fat)
Tampilkan
Comments